Friday, August 04, 2006

Tips Memberi Nama Anak (2)

Pada tips sebelumnya (bagian 1), saya telah memberikan tips untuk membuat nama anak dengan membuat batasan-batasan (tema) untuk nama anak. Pada bagian kedua ini, saya akan melanjutkan dengan beberapa hal yang perlu dipertimbangkan masak-masak dalam pemberian nama anak sebab nama akan disandang si kecil seumur hidupnya. Sebagai contoh, ada anak usia 5 tahun yang mengeluh pada ibunya: “Bu, kenapa sich aku dikasi nama ‘Mini’, aku kan murid paling besar di kelas. Aku juga suka makan banyak. Aku nggak mau dipanggil ‘Mini’ lagi soalnya teman-teman suka menertawai…”. Nah, lho… apa gak repot menyiapkan upacara adat buat mengganti nama anak :-) Atau contoh kasus lain, seorang putra pertama seorang ibu yang tidak mau dipanggil ‘Boni’, karena temannya ada yang memelihara hewan peliharaan dengan nama yang sama. Padahal bagi kedua orang tuanya Boni adalah nama yang manis karena merupakan gabungan inisial dari nama mereka (ayah dan ibu).

Bukan tidak mungkin akibat pemberian nama tanpa pertimbangan matang menyebabkan anak malu, tidak pede bahkan terancam keamanan dirinya. Oleh, sebab itu sebagai langkah bijak sebaiknya mempertimbangkan beberapa hal, antara lain :

  1. Hindari pemberian nama yang berpotensi menimbulkan konflik di kemudian hari,baik konflik terhadap diri anak sendiri maupun sekitarnya.
  2. Hindari memberi nama yang membuat anak cenderung mudah diolok-olok yang berkaitan dengan SARA atau tokoh yang tersohor karena kejahatan atau perbuatan buruknya di suatu masa.
  3. Periksa arti nama si kecil sebelum memilih dan memutuskan. Sebaiknya nama mewakili karakter, makna dan asosiasi positif. Biasanya daftar nama-nama bayi yang ada di buku atau di sumber-sumber lain sudah dipilih berdasarkan makna yang positif.
  4. Pastikan namanya cocok disandang si kecil di segala tahapan perkembangan dan usianya.
  5. Pastikan ejaanya tepat dan mudah dituliskan.
  6. Sebaiknya nama anak jangan terlalu panjang.
  7. Diskusikan gagasan Anda dengan suami/istri.

Agar lebih mudah membuat batasan/tema dalam pembuatan nama anak, di bawah ini diberikan beberapa sumber ide yang dapat membantu :

  1. Nama tempat atau daerah, kejadian, bulan, hari, atau apapun yang berkenaan dengan momen yang baik. Misalnya nama tempat pertama kali bertemu dengan pasangan, dsb.
  2. Tradisi: berasal dari bahasa dan budaya tertentu, nama tokoh wayang atau mitologi.
  3. Nama tokoh suci atau bersumber dari kitab suci.
  4. Singkatan nama orang tua, atau kakek dan nenek.
  5. Judul dan tokoh filem, grup musik, judul lagu, karya seni.
  6. Tokoh idola: nama pahlawan, nama atlet, grup musik dan lain-lain.
  7. Merek produk: mobil, furnitur, jewelry, dan lain-lain.
  8. Nama bunga/tanaman.
  9. Bahasa asing, atau nama-nama eksotis lainnya.

Sumber ide: AyahBunda Mei 2006

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home